Rahasia Kekuatan Piramida Belajar (1)

Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak pernah mengenal kata berhenti. Demikian banyak orang meyakininya. Bila perlu, nafas terakhir sekalipun tetap menjadi sebuah pembelajaran. Namun kita semua mungkin menyimpan sebuah pertanyaan menggelitik tentang belajar, yakni bagaimana kita bisa membuat pembelajaran kita menjadi lebih efektif sehingga kita bisa segera memetik buah dari apa yang kita pelajari?

Untuk menemukan jawaban atas misteri tersebut, saya ingin mengajak para pembaca untuk  menguak rahasia kekuatan piramida belajar. Dalam bukunya, Rich Dad’s The Business School for People who Like Helping People, pebisnis dan penulis ternama Robert T. Kiyosaki menawarkan suatu model yang sangat menarik yang disebutnya piramida belajar. Model ini, sesuai namanya, berbentuk sebuah piramida yang memiliki empat sudut. Masing-masing sudut diberi nama sudut mental, sudut fisik, sudut emosional dan sudut spiritual. Untuk lebih jelasnya, marilah kita menyimak Gambar-1 berikut ini.

  

Gambar-1: Piramida Belajar

Gambar-1: Piramida Belajar

Saya akan sedikit modifikasi dan memberikan penekanan pada piramida belajar ini. Harapan saya tentu saja agar para pembaca bisa lebih mudah menghayati piramida belajar dan pada gilirannya bisa memanfaatkannya secara optimal dalam kehidupan nyata. Pertama-tama, marilah kita mulai dari sudut mental. Sudut ini merupakan sudut dimana kita semua mengawali proses belajar. Pada sudut ini biasanya kita akan menghadapi perlawanan-perlawanan dari keyakinan atau nilai-nilai yang telah kita miliki sebelumnya. Itulah sebabnya seringkali orang mengatakan lebih mudah mengajari seorang anak kecil yang belum tahu apa-apa dibandingkan mengajar orang dewasa yang sudah banyak tahu. Marilah kita menggunakan saat-saat kita belajar mengendarai sepeda motor sebagai contoh. Pikiran kita akan memberikan perlawanan terhadap apa yang diajarkan oleh pelatih kita seperti misalnya mengapa harus memindahkan persneling. Hal ini terjadi karena pada saat kita belajar mengendarai sepeda biasa pada waktu kecil dulu, tidak ada yang namanya persneling. Tentu saja keahlian yang telah kita peroleh sebelumnya bisa bermanfaat seperti misalnya kemampuan untuk mengatur keseimbangan yang telah kita kuasai pada saat mengendarai sepeda bisa kembali kita gunakan pada saat belajar mengendarai sepeda motor. Kunci keberhasilan kita pada tahap ini adalah percaya sepenuhnya kepada apa yang diajarkan oleh pelatih atau guru kita. Seringkali kita menjadi lambat pada tahap ini karena mental pikiran kita mengatakan bahwa kita telah mengetahui semua yang diajarkan.

 

(Bersambung…)
Catatan: Artikel ini pernah dimuat di Lionmag edisi Juli 2007.

About these ads

4 Responses to “Rahasia Kekuatan Piramida Belajar (1)”

  1. yuswohady Says:

    great blog pak. keep learning, keep teaching, keep writing…

  2. Jun Isworo Says:

    p Jemy … kalau menurut saya, ada tambahan lagi yg mempengaruhi dalam kita belajar … yaitu talent (bakat …bener ya ..), jadi tidak semua yg belajar piano mahir piano, begitu juga tidak semua yg belajar sepeda motor mahir sepeda motor hingga jadi pembalap, cuma masalahnya … bagaimana kita tahu talent kita …?

    • jemyconfido Says:

      Pertanyaan yang menarik Pak Jun. Memang ada yang namanya kurva belajar atau learning curve. Orang-orang dengan talenta tinggi bisa dengan cepat mencapai hasil yang baik pada awal kurva belajar dibandingkan orang lain yang talenta nya biasa-biasa saja. Tapi talenta saja tidak cukup. Dibutuhkan juga determinasi. Orang bertalenta tinggi tanpa determinasi ternyata bisa dikalahkan oleh orang bertalenta biasa-biasa saja dengan determinasi tinggi. Contohnya adalah Stefi Graff yang bisa lebih banyak memenangkan Grand Slam dibandingkan Gabriela Sabatini. Menurut para ahli, Sabatini jauh lebih bertalenta. Tapi Stefi Graff lebih punya determinasi. Jika pelatihnya menyuruh Graff melakukan latihan forehand 200 kali, Graff tidak akan berhenti sebelum melakukan forehand 1.000 kali. Perbedaan 800 kali forehand setiap latihan telah membuat Graff bisa mengalahkan Sabatini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: